
Workshop Keselamatan Berkendara PT Pertamina MOR VI 2025
October 15, 2025
Tingkat Keterampilan Driver Lewat Defensive Driving Training for Light Vehicle
October 17, 2025
Sesi pembelajaran teori Defensive Driving oleh Dicky Wijatmiko di Pertamina EP Field Poleng pada kegiatan Bulan K3 Nasional 2025. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya K3 dan keselamatan berkendara di lingkungan kerja.
Setiap tahun, Bulan K3 Nasional hadir dengan pesan besar: keselamatan dan kesehatan kerja adalah fondasi keberlanjutan. Namun seiring berjalannya waktu, peringatan ini kerap bergeser menjadi rutinitas, sekadar seremonial tanpa makna yang benar-benar dirasakan. Padahal, hakikat dari K3 bukanlah slogan, melainkan kesadaran yang tumbuh dari tindakan kecil yang konsisten.
Tahun 2025 ini, semangat itu kembali dihidupkan di Pertamina Aset 4, Field Poleng, melalui kegiatan Defensive Driving Training (DDT) yang diadakan bersama Pro Drive Indonesia. Kegiatan ini menjadi refleksi bahwa keselamatan tidak hanya berhenti di area kerja, tapi juga harus diperluas hingga ke jalan yang menghubungkan setiap pekerja dengan tempat tugasnya.
K3 dan Tantangan di Jalan
Dalam konteks industri migas, perjalanan menuju lokasi kerja adalah bagian dari risiko yang nyata. Banyak pekerja setiap hari menempuh ratusan kilometer untuk mencapai area operasi. Risiko kelelahan, kondisi jalan yang tidak ideal, cuaca yang berubah cepat, hingga tekanan waktu sering kali membuat bahaya terasa akrab.
Itulah mengapa keselamatan berkendara menjadi bagian penting dari budaya K3 modern. Tidak cukup hanya dengan peralatan pelindung diri di lokasi kerja; keselamatan juga harus hidup di balik kemudi.
Bulan K3 Nasional tahun ini menjadi momentum untuk melihat lebih luas, bahwa “selamat” bukan hanya tiba di tempat kerja tanpa cedera, tetapi juga pulang ke rumah dengan aman.
Defensive Driving Training, Dari Kesadaran ke Keterampilan
Melalui Defensive Driving Training (DDT), peserta di Field Poleng diajak untuk melihat ulang cara mereka mengemudi sehari-hari. Program ini tidak berfokus pada teori atau hafalan aturan lalu lintas, melainkan pada kesadaran dan pengambilan keputusan di lapangan.
Instruktur dari Pro Drive Indonesia menekankan bahwa setiap pengemudi harus memahami tiga hal penting:
-
Mengenali risiko sebelum muncul.
-
Menyesuaikan perilaku dengan kondisi sekitar.
-
Mencegah kecelakaan dengan berpikir lebih cepat dari bahaya.
Selama sesi praktik, peserta diajak mengamati kembali hal-hal kecil yang sering diabaikan — jarak aman, posisi pandang, refleks terhadap kondisi mendadak, hingga cara beradaptasi dengan cuaca dan kondisi jalan. Pelatihan dilakukan langsung di lapangan, menggunakan kendaraan operasional yang biasa digunakan di area migas. Dengan begitu, pembelajaran terasa relevan dan realistis.
Pendekatan seperti ini membuat Defensive Driving Training bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi proses pembentukan perilaku. Pengemudi dilatih bukan hanya untuk menghindari kesalahan, tapi juga untuk membangun kewaspadaan dan empati terhadap pengguna jalan lain.
Road Safety: Budaya yang Harus Dihidupkan
Di balik semua itu, pesan besar yang ingin ditegaskan adalah pentingnya membangun budaya road safety yang berkelanjutan. Dalam konteks K3, keselamatan di jalan sama pentingnya dengan keselamatan di tempat kerja. Setiap pengemudi yang sadar risiko berarti satu langkah lebih dekat pada nol kecelakaan kerja.
Budaya keselamatan tidak akan tumbuh hanya dari regulasi, tetapi dari kebiasaan. Dari setiap keputusan kecil di jalan: menahan kecepatan, memberi ruang, memperhatikan kondisi sekitar. Itulah bentuk paling sederhana dari penerapan nilai-nilai K3 dalam kehidupan sehari-hari.
Bulan K3 Nasional 2025 mengingatkan kita bahwa keselamatan tidak berhenti di pagar proyek atau pos keamanan. Ia terus berjalan, baik di jalan raya, di kabin kendaraan, di setiap langkah yang membawa pekerja pulang ke rumah dengan selamat.
Mengembalikan Arti “Selamat” Melalui Pelatihan yang Relevan
Kegiatan seperti Defensive Driving Training menjadi contoh nyata bahwa penerapan nilai K3 tidak harus selalu berbentuk seminar atau upacara. Kadang, kesadaran paling kuat justru muncul ketika seseorang dihadapkan pada situasi nyata. Saat tangan memegang kemudi dan mata fokus ke jalan, tanggung jawab terhadap keselamatan menjadi terasa nyata.
Pro Drive Indonesia, sebagai road safety expert partner, berkomitmen membantu perusahaan menciptakan budaya keselamatan yang nyata dan berkelanjutan. Melalui pendekatan yang praktis, interaktif, dan berbasis pengalaman, Pro Drive Indonesia membantu organisasi memahami bahwa keselamatan bukan urusan satu departemen, tapi tanggung jawab bersama.
Pelatihan yang digelar di Poleng ini hanyalah salah satu bentuk dari upaya tersebut. Setiap sesi, setiap percakapan di lapangan, menjadi ruang untuk membangun kesadaran baru tentang bagaimana cara aman, efisien, dan bertanggung jawab di jalan.
Bulan K3 Nasional Bukan Seremonial, Tapi Pengingat
Makna Bulan K3 Nasional seharusnya lebih dari sekadar tema tahunan. Ia adalah pengingat bahwa keselamatan harus menjadi budaya hidup, bukan hanya untuk pekerja, tapi juga untuk keluarga dan masyarakat di sekitar kita.
Ketika kesadaran itu mulai diterapkan dalam setiap aktivitas, dari ruang kerja hingga jalan raya, maka nilai K3 benar-benar hidup.
Defensive Driving Training di Poleng menjadi simbol dari pendekatan baru dalam merayakan Bulan K3: bukan sekadar berbicara tentang keselamatan, tapi benar-benar mempraktikkannya. Dan dari pengalaman itu, lahirlah pemahaman sederhana tapi kuat — bahwa keselamatan adalah keputusan yang diambil setiap hari, di setiap perjalanan.
Bersama Membangun Budaya K3 yang Nyata
Jika perusahaan Anda ingin mengadakan kegiatan Bulan K3 Nasional yang berdampak nyata, melibatkan pekerja secara langsung, dan menumbuhkan kesadaran baru tentang keselamatan di jalan maupun di tempat kerja,
Pro Drive Indonesia adalah partner yang tepat.
Sebagai road safety experts, kami membantu organisasi menciptakan pelatihan yang relevan, interaktif, dan sesuai kebutuhan industri.
Karena keselamatan bukan tentang formalitas — tapi tentang bagaimana setiap orang pulang dengan selamat, setiap hari.


