
Defensive Driving Training untuk Pengemudi Andal PPSDM Migas
October 14, 2025
Bulan K3 Nasional 2025 | Road Safety Expert & Defensive Driving Training by Pro Drive Indonesia
October 15, 2025
Peserta mengikuti sesi praktik Defensive Driving Training di Pertamina MOR VI, Balikpapan, sebagai bagian dari peringatan Bulan K3 Nasional 2025 yang difasilitasi oleh Pro Drive Indonesia.
Pada 10 Februari 2025, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengadakan workshop keselamatan berkendara di Jalan Yos Sudarso 148, Balikpapan, bertepatan dengan Bulan K3 Nasional 2025. Acara ini menekankan pengalaman langsung di lapangan, menggabungkan simulasi jalan nyata dengan analisis risiko, sehingga peserta dapat merasakan situasi yang sebenarnya terjadi di jalan raya.
Fokus Workshop: Kombinasi Teknik dan Sikap Pengemudi
Workshop ini dimulai dengan sesi pengantar yang ringan namun sarat makna. Tujuannya sederhana: menumbuhkan kembali kesadaran peserta terhadap risiko berkendara, memperkuat keterampilan pengendalian kendaraan, dan membangun kebiasaan mengantisipasi bahaya sejak awal perjalanan.
>Pemateri utama, Dicky Wijatmiko, seorang praktisi dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang Defensive Driving, menyampaikan bahwa keselamatan sejati tidak hanya datang dari kemampuan teknis. Ia lahir dari sikap hati-hati, empati terhadap pengguna jalan lain, dan kesadaran penuh akan tanggung jawab di balik kemudi.
“Setiap keputusan di jalan membawa konsekuensi. Pengemudi defensif bukan yang paling lambat, tapi yang paling sadar,” ujarnya menegaskan.
Praktik Lapangan yang Mengubah Perspektif
Begitu teori disampaikan, peserta langsung turun ke lapangan. Simulasi dilakukan di area yang meniru kondisi lalu lintas kota besar, penuh tikungan, padat kendaraan, dan situasi tak terduga. Di sini mereka belajar mengelola kecepatan, membaca gerak kendaraan lain, dan mengantisipasi potensi bahaya dari jauh sebelum terjadi.
Kegiatan lapangan seperti ini memberi efek yang berbeda. Banyak peserta menyadari bahwa mengemudi aman tidak hanya tentang mematuhi aturan, tetapi tentang memahami dinamika jalan dan mengatur emosi. Setiap instruksi sederhana dari instruktur ternyata mampu mengubah cara mereka memandang risiko di jalan.
Selain itu, sesi pemeriksaan kendaraan juga menjadi perhatian utama. Peserta diajak memastikan kondisi kendaraan operasional siap digunakan, mulai dari tekanan ban, fungsi rem, lampu, hingga posisi duduk dan sabuk pengaman. Kesadaran ini menjadi cerminan prinsip K3, bahwa keselamatan kerja dimulai dari kesiapan alat dan diri sendiri.
Membangun Kesadaran Kolektif
Selain praktik langsung, workshop menghadirkan diskusi dan refleksi. Setelah setiap sesi simulasi, peserta duduk bersama untuk menganalisis skenario yang mereka hadapi, membahas potensi risiko, dan membandingkan pendekatan satu peserta dengan peserta lain. Diskusi ini tidak hanya menambah wawasan teknis, tetapi juga membantu membentuk kesadaran kolektif mengenai perilaku yang aman di jalan raya. Peserta belajar bahwa keselamatan bukan hanya tentang kemampuan individu, tetapi juga tentang memprediksi dan merespons perilaku pengendara lain.
Selama workshop, terlihat bahwa peserta mulai memahami nilai dari kewaspadaan kontinu. Mereka belajar memantau kondisi sekitar, membaca situasi, dan menyesuaikan kecepatan serta posisi kendaraan dengan bijak. Pendekatan ini membangun kebiasaan yang dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari, baik di kota maupun saat perjalanan jauh. Insight yang muncul dari pengalaman ini menunjukkan bahwa praktik langsung memberikan efek yang lebih kuat daripada sekadar teori, karena pengemudi mengalami situasi risiko secara nyata.
Pentingnya Pendekatan Praktis dalam Pelatihan Keselamatan
Workshop PT Pertamina MOR VI 2025 memberikan gambaran nyata tentang bagaimana prinsip keselamatan berkendara bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kombinasi simulasi lapangan, pengecekan kendaraan, dan sesi refleksi bersama, kegiatan ini menunjukkan bahwa keterampilan mengemudi aman bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga tentang cara berpikir dan bersikap di jalan.
Pendekatan praktis seperti ini membuat pembelajaran terasa lebih hidup. Peserta tidak hanya memahami teori, tetapi benar-benar merasakan bagaimana keputusan kecil seperti menjaga jarak, menurunkan kecepatan, atau memperhatikan spion dapat berdampak besar terhadap keselamatan. Pengalaman di lapangan membuktikan bahwa metode belajar berbasis praktik dan cerita jauh lebih efektif dibandingkan pelatihan yang hanya berlangsung di ruang kelas.
Semangat inilah yang sejalan dengan makna Bulan K3 Nasional. Keselamatan tidak berhenti pada aturan, melainkan menjadi budaya yang dijalankan setiap hari.
Jika perusahaan Anda sedang mempersiapkan kegiatan Bulan K3 Nasional dan ingin menghadirkan pelatihan yang benar-benar berdampak bagi karyawan, bekerja sama dengan Pro Drive Indonesia adalah langkah yang tepat. Sebagai road safety expert partner, kami membantu organisasi merancang program pelatihan yang interaktif, relevan, dan berbasis praktik nyata, mulai dari Defensive Driving Training (DDT) hingga workshop budaya K3.
Hubungi kami untuk menghadirkan kegiatan K3 yang tidak hanya informatif, tetapi juga membangun kesadaran, kebiasaan, dan perubahan nyata di lapangan.


