
Public Class Pelatihan ABB Bersertifikasi Kemenhub RI Jakarta | Desember 2025
Desember 19, 2025
Safety Riding Training untuk Kurir dan Operasional Motor Perusahaan
Desember 21, 2025Training driver perusahaan sering menjadi tanggung jawab bersama antara HR, HSE, GA, dan Fleet Manager. Masing-masing fungsi melihat kebutuhan dari sudut yang berbeda: kompetensi SDM, keselamatan kerja, operasional kendaraan, dan pengendalian risiko armada.
Karena itu, program pelatihan driver yang baik harus mampu menjawab kebutuhan lintas fungsi, bukan hanya memberikan materi umum tentang cara mengemudi aman.
Sudut Pandang HR
Bagi HR, training driver berhubungan dengan pengembangan kompetensi, standar jabatan, onboarding, pelatihan berkala, dan bukti bahwa perusahaan memberi pembekalan yang layak kepada pekerja.
Program yang baik membantu HR memiliki dokumentasi, sertifikat, daftar peserta, serta rekomendasi pengembangan yang dapat dimasukkan ke dalam sistem pelatihan perusahaan.
Sudut Pandang HSE
Bagi HSE, aktivitas berkendara adalah bagian dari risiko kerja. Insiden perjalanan dapat berdampak pada keselamatan pekerja, contractor safety, target zero accident, investigasi insiden, dan kepatuhan terhadap standar keselamatan perusahaan.
Karena itu, HSE membutuhkan program yang kuat pada hazard identification, risk assessment, unsafe behavior, fatigue, distraction, emergency response, dan safety culture.
Sudut Pandang GA dan Fleet
Bagi GA dan Fleet Manager, training driver berhubungan dengan penggunaan kendaraan, biaya perawatan, kerusakan aset, downtime, konsumsi bahan bakar, ketertiban operasional, dan reputasi perusahaan di jalan.
Program yang tepat membantu membangun standar pre-trip inspection, perilaku berkendara, pengelolaan perjalanan, dan evaluasi driver.
Program yang Bisa Dipilih
- Safety Driving Awareness / Defensive Driving Awareness untuk awareness massal dan safety campaign.
- Safety Driving / DDT Light Vehicle untuk driver kendaraan ringan.
- DDT Heavy Vehicle untuk kendaraan berat.
- Safety Riding / Defensive Riding Training untuk pengendara motor operasional.
- Fleet Driver Development Program untuk pengembangan armada berkelanjutan.
- Driver Competency Certification BNSP untuk kebutuhan sertifikasi kompetensi.
Cara Menentukan Program
Mulailah dari pertanyaan sederhana: siapa peserta, kendaraan apa yang digunakan, risiko apa yang paling sering muncul, apakah butuh teori saja atau praktik, apakah butuh sertifikat, apakah training dilakukan in-house, dan output apa yang dibutuhkan perusahaan. Jika kebutuhan utamanya adalah pembuktian kompetensi formal, baca juga panduan Sertifikasi Driver BNSP: syarat, proses, dan manfaat.
Kesimpulan
Training driver perusahaan yang efektif harus menghubungkan kebutuhan HR, HSE, GA, dan Fleet dalam satu program yang relevan. Dengan begitu, pelatihan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi bagian dari sistem keselamatan dan pengembangan kompetensi.





