Handling Dangerous Goods for Driver (HDG/ABB)
Meningkatkan kompetensi pengemudi angkutan barang berbahaya melalui pelatihan, evaluasi, dan pemahaman terhadap ketentuan operasional yang berlaku. Handling Dangerous Goods for Driver (HDG/ABB) dirancang untuk driver tanker, B3, chemical, dan logistik yang membutuhkan pemahaman mengenai karakteristik muatan, hazard identification, emergency awareness, defensive driving, serta tanggung jawab keselamatan selama pengangkutan. Program ini membantu perusahaan memperkuat kepatuhan, mengurangi risiko insiden, dan menjaga keamanan pengemudi, kendaraan, muatan, serta lingkungan operasional.
Pelatihan Pengemudi Angkutan Barang Berbahaya untuk Perusahaan
Pengangkutan barang berbahaya memiliki tingkat risiko yang jauh lebih tinggi dibandingkan pengangkutan barang umum. Kesalahan dalam penanganan, pengemasan, pengoperasian kendaraan, maupun tindakan saat keadaan darurat dapat menimbulkan kecelakaan serius yang berdampak pada manusia, lingkungan, dan operasional perusahaan.
Handling Dangerous Goods for Driver dirancang untuk membangun kompetensi pengemudi agar memahami karakteristik barang berbahaya, mampu menerapkan prosedur keselamatan, serta mengambil tindakan yang tepat selama proses transportasi.
Tantangan yang Dijawab Program Ini
Human Error
Kesalahan penanganan barang berbahaya
Kecelakaan kendaraan pengangkut B3
Tumpahan bahan berbahaya
Kebakaran atau ledakan
Pencemaran lingkungan
Ketidaksesuaian terhadap regulasi
Risiko hukum dan sanksi administratif
Setelah Mengikuti Program Ini, Peserta Mampu:
Memahami klasifikasi barang berbahaya.
Mengidentifikasi risiko selama proses pengangkutan.
Menerapkan prosedur keselamatan sesuai regulasi.
Mengoperasikan kendaraan secara aman saat membawa barang berbahaya.
Menangani kondisi darurat sesuai prosedur.
Mendukung kepatuhan perusahaan terhadap regulasi Kementerian Perhubungan.
Who Should Attend
Infinity Driving™ Framework
Program ini menggunakan Infinity Driving™ Framework yang dipadukan dengan prinsip Dangerous Goods Transportation Safety, sehingga peserta tidak hanya memahami teknik berkendara defensif tetapi juga mampu menerapkan prosedur keselamatan dalam pengangkutan barang berbahaya sesuai ketentuan yang berlaku.
Metode Pelaksanaan & Durasi Training
Durasi: 2 Hari
☣️ Two Day Training
Materi & Pelaksanaan:
Sertifikasi & Output Pelatihan
Referensi Pelatihan Pengemudi Angkutan Barang Berbahaya
Pengalaman program dan panduan untuk membantu perusahaan memahami ruang lingkup pelatihan, risiko operasional, serta persiapan pengemudi angkutan barang berbahaya.
Pelatihan ABB PT Wastec International Semarang
Dokumentasi program pengembangan pengemudi angkutan barang berbahaya dengan fokus keselamatan, prosedur operasional, dan kesiapan menghadapi risiko.
Sertifikasi dan Pelatihan Awak Pengemudi Barang Berbahaya
Referensi pelaksanaan program bagi pengemudi yang menangani pengangkutan barang berbahaya dalam operasional perusahaan.
Syarat Sertifikasi Pengemudi Angkutan Barang Berbahaya
Panduan awal mengenai dokumen, kesiapan peserta, dan hal yang perlu dikonfirmasi sebelum mengikuti proses pelatihan atau sertifikasi.
Pelatihan Pengemudi Angkutan Barang Berbahaya sebelum Kendaraan Bergerak
Panduan praktis untuk membantu perusahaan memahami kebutuhan, penerapan, dan batas ruang lingkup program.

Pelatihan pengemudi angkutan barang berbahaya menempatkan driver sebagai salah satu lapisan pengendalian risiko sebelum, selama, dan setelah perjalanan. Muatan berbahaya dapat memiliki karakter, konsekuensi, dokumen, dan prosedur penanganan yang berbeda. Karena itu, kemampuan mengemudi kendaraan berat saja belum cukup untuk menjalankan pekerjaan ini.
Apa yang perlu dipahami sebelum keberangkatan?
Pengemudi perlu memahami informasi muatan yang menjadi tanggung jawabnya, dokumen dan tanda yang relevan, kesiapan kendaraan, perlengkapan yang dipersyaratkan, larangan dan batas operasional, rute, komunikasi, serta tindakan awal apabila ditemukan ketidaksesuaian. Pemeriksaan sebelum perjalanan berfungsi sebagai decision gate: kendaraan tidak seharusnya bergerak hanya karena jadwal pengiriman sudah berjalan.
Bagaimana risiko dikelola selama perjalanan?
Pengemudi perlu mempertahankan defensive mindset, mengelola kecepatan dan jarak, memperhitungkan perilaku kendaraan serta muatan, menghindari keputusan mendadak, memantau perubahan kondisi, dan mengikuti prosedur perusahaan. Apabila terjadi keadaan tidak normal, prioritasnya adalah melindungi manusia, mengamankan area sesuai kewenangan, menyampaikan informasi yang benar, dan mengikuti emergency response plan—bukan melakukan tindakan di luar kompetensi.
Siapa yang membutuhkan program HDG/ABB?
Program ditujukan bagi pengemudi yang menangani angkutan barang berbahaya, supervisor, dispatcher, dan personel operasi yang terkait langsung dengan kesiapan perjalanan. Materi perlu disesuaikan dengan jenis pekerjaan, kendaraan, muatan, serta ketentuan dan skema yang berlaku pada saat pelaksanaan.
Apa perbedaannya dengan DDT Heavy Vehicle?
DDT Heavy Vehicle berfokus pada kompetensi keselamatan mengemudikan kendaraan berat. HDG/ABB menambahkan pengetahuan dan tanggung jawab yang berkaitan dengan angkutan barang berbahaya. Proses pelatihan, evaluasi, dan dokumen sertifikasi mengikuti ruang lingkup program serta ketentuan lembaga berwenang yang berlaku. Perusahaan perlu memastikan kebutuhan training dan kebutuhan sertifikasi dipetakan secara terpisah agar tidak terjadi salah persepsi.
Pertanyaan tentang Handling Dangerous Goods for Driver
Apakah program tersedia secara in-house dan public class?
Program dapat disiapkan secara in-house sesuai kebutuhan perusahaan. Ketersediaan public class mengikuti jadwal yang diumumkan dan perlu dikonfirmasi sebelum pendaftaran.
Siapa yang cocok mengikuti program ini?
Program ditujukan untuk driver angkutan B3, driver tangki, fuel truck, chemical truck, LPG atau LNG, serta fleet supervisor dan HSE officer yang terkait dengan operasional pengangkutan barang berbahaya.
Apa saja materi utama yang dipelajari?
Materi dapat mencakup regulasi pengangkutan barang berbahaya, klasifikasi, hazard identification, defensive driving, risk management, emergency preparedness, dan incident response.
Apa perbedaan HDG atau ABB dengan sertifikasi kompetensi BNSP?
HDG atau ABB berfokus pada penanganan dan pengangkutan barang berbahaya sesuai ruang lingkup program. Sertifikasi kompetensi BNSP menggunakan proses asesmen pada skema kompetensi yang tersedia. Jalur yang sesuai perlu dikonfirmasi berdasarkan pekerjaan dan kebutuhan peserta.
Berapa lama durasi program?
Program pada halaman ini disusun dalam format dua hari yang mencakup pembelajaran, pembahasan kasus, evaluasi, dan proses lain sesuai ruang lingkup pelaksanaan.
Dokumen apa saja yang harus disiapkan?
Persyaratan dokumen dapat berbeda berdasarkan program, kondisi peserta, dan ketentuan yang berlaku. Tim Pro Drive akan menginformasikan daftar dokumen sebelum pelaksanaan.
Apakah peserta mendapatkan sertifikat?
Output mengikuti ruang lingkup program, kelengkapan persyaratan, hasil evaluasi atau kelulusan, serta ketentuan yang berlaku pada saat pelaksanaan.
Tingkatkan Kompetensi Pengemudi Angkutan Barang Berbahaya di Perusahaan Anda
Pastikan operasional pengangkutan B3 berjalan aman, patuh terhadap regulasi, dan mampu meminimalkan risiko melalui Handling Dangerous Goods for Driver (HDG/ABB) dari Pro Drive Indonesia.

