
Transformasi Budaya K3 Perusahaan Lewat Defensive Driving Training Bersama Pro Drive Indonesia
November 25, 2025
Manajemen Kelelahan & Pencegahan Microsleep untuk Pengemudi
December 8, 2025Transformasi Budaya Keselamatan Melalui Defensive Riding Training Bersama BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jawa Timur dan Pro Drive Indonesia

Foto bersama pada akhir sesi teori pelatihan defensive riding training untuk pengendara JNE Surabaya.
Keselamatan pengendara roda dua menjadi salah satu perhatian paling serius dalam operasional perusahaan modern, terutama bagi organisasi dengan intensitas mobilitas tinggi. Untuk menjawab tantangan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jawa Timur kembali menyelenggarakan program defensive riding training sebagai bagian dari agenda promotif–preventif yang bertujuan meningkatkan budaya keselamatan kerja. Dalam pelaksanaannya, BPJS Ketenagakerjaan menggandeng Pro Drive Indonesia sebagai partner dan provider resmi untuk merancang serta memfasilitasi pelatihan secara profesional dan terukur. Program ini diikuti oleh pengendara operasional JNE Surabaya sebagai peserta utama.
Pelatihan defensive riding training ini dilaksanakan dalam tiga sesi pada 3 November 2025, 4 November 2025, dan 8 November 2025, dengan total 115 peserta. Dua sesi berlangsung di Bumi Hotel Surabaya, sementara sesi ketiga diselenggarakan di Artotel Town Square Surabaya. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai safety riding, sekaligus meningkatkan keterampilan teknis para pengendara dalam menghadapi risiko berkendara harian.

Peserta mengikuti penyampaian materi teori mengenai prinsip safety riding dan manajemen risiko berkendara.
Pada tahap teori, peserta diperkenalkan pada filosofi dasar pelatihan berkendara aman dan pentingnya pola pikir antisipatif dalam mengelola risiko. Materi teori mencakup manajemen ruang, teknik observasi aktif, pengenalan blind spot, serta pengambilan keputusan yang tepat dalam situasi dinamis di jalan raya. Melalui pendekatan bertahap, peserta diajak memahami bahwa pelatihan safety riding perusahaan bukan hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk perilaku aman yang konsisten dalam rutinitas operasional sehari-hari.

Instruktur menjelaskan teknik pengendalian motor yang benar sebelum peserta melakukan praktik lapangan.

Instruktur menjelaskan teknik pengendalian motor yang benar sebelum peserta melakukan praktik lapangan.
Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik lapangan yang menjadi inti dari training pengendara motor perusahaan. Pada sesi ini, peserta diarahkan untuk menguasai teknik pengendalian kendaraan dalam berbagai skenario, mulai dari pengereman bertahap, penghindaran hambatan, hingga manuver di kecepatan rendah. Seluruh praktik dilakukan dengan metode koreksi real-time, sehingga setiap pengendara mendapatkan umpan balik langsung terhadap kebiasaan berkendara yang berisiko dan perlu diperbaiki.

Peserta memeriksa kondisi sepeda motor seperti ban, rem, dan lampu sebagai bagian dari prosedur keselamatan.
Bagian penting dari sesi praktik adalah pembelajaran pre-trip inspection, yaitu pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi sepeda motor sebelum digunakan. Peserta mempelajari cara memeriksa tekanan ban, kondisi rem, rantai, lampu, dan perlengkapan keselamatan wajib. Pemahaman yang baik terkait pre-trip inspection terbukti menjadi kunci untuk menekan potensi insiden yang disebabkan oleh gangguan teknis, sekaligus memastikan kendaraan operasional siap digunakan secara aman dan efisien.
Sepanjang pelaksanaan pelatihan, terlihat peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan peserta. Banyak pengendara yang sebelumnya masih melakukan kebiasaan kurang aman mulai menunjukkan perubahan positif setelah mengikuti defensive riding training ini. Perbaikan teknik berkendara dan meningkatnya awareness memberikan dampak langsung bagi operasional JNE Surabaya, mulai dari pengurangan potensi near-miss, efisiensi biaya perawatan kendaraan, hingga peningkatan kedisiplinan dalam penerapan prinsip keselamatan berkendara.

Peserta mempraktikkan teknik safety riding diantaranya pengendalian motor, pengereman, dan manuver aman di area latihan yang disiapkan Pro Drive Indonesia.
Kesuksesan program ini tidak lepas dari komitmen tinggi BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jawa Timur dan dukungan penuh manajemen JNE Surabaya. Kehadiran perwakilan manajemen dalam sesi pembukaan menjadi simbol bahwa keselamatan kerja—khususnya yang berkaitan dengan aktivitas berkendara—merupakan prioritas utama perusahaan. Keterlibatan ini memberikan pesan kuat bahwa pelatihan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian penting dari strategi perusahaan untuk melindungi aset terbesarnya: sumber daya manusia.
Dalam konteks operasional JNE yang sangat bergantung pada kecepatan distribusi, memastikan keselamatan pengendara merupakan langkah strategis untuk menjaga kelancaran dan kesinambungan layanan.
Beberapa peserta memberikan apresiasi positif terhadap materi yang relevan dan metode penyampaian yang interaktif. Salah seorang peserta, Budi Santoso, menyampaikan, “Saya kira saya sudah tahu cara berkendara yang benar, tapi setelah ikut pelatihan ini, ternyata banyak teknik pengereman dan observasi yang selama ini saya lewatkan. Sekarang saya merasa lebih tenang dan percaya diri di jalan karena sudah tahu cara mengantisipasi bahaya, bukan hanya bereaksi.”
Selain peningkatan teknis, pelatihan ini juga memberikan dampak psikologis yang signifikan. Rasa aman yang meningkat serta perasaan dihargai dan didukung oleh perusahaan membuat para pengendara lebih percaya diri dan lebih berkomitmen terhadap tugas yang mereka jalankan. Lingkungan kerja yang memberikan perhatian terhadap keselamatan pengendaranya terbukti mampu meningkatkan loyalitas dan produktivitas.

Peserta dan fasilitator berfoto bersama pada akhir sesi pelatihan defensive riding training untuk pengendara JNE Surabaya.
Program yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jawa Timur, dengan dukungan penuh dari Pro Drive Indonesia training, menjadi investasi strategis dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan. Seiring meningkatnya tuntutan operasional, perusahaan dengan armada motor yang besar membutuhkan pengendara yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga konsisten dalam mengelola risiko.
Pelatihan seperti ini memberikan fondasi kuat untuk mencapai target Zero Accident, memperkuat kepatuhan terhadap standar K3, serta meningkatkan keandalan operasional secara keseluruhan. Defensive riding training juga memberikan dampak jangka panjang pada perilaku profesional pengendara, seperti meningkatnya kemampuan membaca situasi, menjaga jarak aman, hingga menyesuaikan kecepatan secara tepat. Semua ini terbukti mampu mengurangi kelelahan berkendara, meningkatkan produktivitas, dan memperbaiki kualitas layanan di lapangan.
Melalui kurikulum yang terstruktur dan pendekatan berbasis kompetensi, Pro Drive Indonesia berkomitmen menyediakan solusi pelatihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap perusahaan. Program defensive riding BPJS Ketenagakerjaan, yang diikuti oleh pengendara JNE Surabaya, menjadi bukti bahwa pembelajaran yang efektif mampu menciptakan transformasi nyata dalam perilaku berkendara sehari-hari.
Perusahaan dengan mobilitas tinggi kini semakin menyadari bahwa keselamatan pengendara motor bukan hanya isu operasional, tetapi bagian dari strategi keberlanjutan bisnis. Implementasi pelatihan safety riding perusahaan secara konsisten menjadi langkah proaktif untuk menjaga performa, reputasi, dan perlindungan maksimal terhadap sumber daya manusia di garis depan operasional.
Perkuat budaya keselamatan pengendara motor di perusahaan Anda.
Konsultasikan kebutuhan defensive riding training, safety riding, atau program pelatihan berkendara aman lainnya bersama tim Pro Drive Indonesia.


