
Program Defensive Driving Training BPJS yang Difasilitasi Pro Drive Indonesia
November 25, 2025
Transformasi Budaya Keselamatan Melalui Defensive Riding Training Bersama BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jawa Timur dan Pro Drive Indonesia
December 4, 2025
Kegiatan Defensive Driving Training BPJS Ketenagakerjaan berjalan sukses bersama Pro Drive Indonesia, mendukung penguatan budaya K3 perusahaan.
Keselamatan berkendara terus menjadi salah satu tantangan terbesar dalam operasional perusahaan dengan mobilitas tinggi. Menjawab kebutuhan ini, BPJS Ketenagakerjaan melalui program promotif–preventif kembali memperkuat inisiatif peningkatan Budaya K3 Perusahaan bagi peserta. Salah satu program strategis tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Defensive Driving Training BPJS Ketenagakerjaan. Pada November 2025, program ini difasilitasi oleh Pro Drive Indonesia untuk pengemudi operasional JNE Surabaya. Program ini dirancang bukan hanya sebagai pelatihan teknis, tetapi sebagai pondasi pembentukan perilaku aman yang berkelanjutan di lingkungan kerja.
Sebagai bagian dari agenda promotif–preventif, program ini dikembangkan dengan struktur pelatihan yang terukur. Setelah penetapan sasaran peserta dari JNE Surabaya, BPJS menunjuk Pro Drive Indonesia sebagai fasilitator resmi. Pro Drive bertugas menyusun kurikulum, metode penilaian, serta alur pelaksanaan setiap batch. Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan sepanjang November 2025 dengan format teori dan praktik yang dipisahkan agar outcome peserta dapat diukur secara akurat.

Pembekalan teori dalam Defensive Driving Training BPJS Ketenagakerjaan, difasilitasi Pro Drive Indonesia untuk meningkatkan kompetensi pengemudi dan memperkuat budaya K3 perusahaan.
Pelaksanaan Batch 1 dibagi dalam dua sesi terpisah untuk memaksimalkan fokus pembelajaran. Sesi Teori, yang diikuti oleh 25 peserta pada 02 November 2025, diawali dengan pre-test untuk memetakan pemahaman awal. Materi teori kemudian dibahas secara terstruktur, mencakup filosofi mengemudi aman, manajemen risiko di jalan, teknik pengamatan aktif (space management), hingga praktik pengambilan keputusan yang tepat. Sesi diakhiri dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman.
Tahap berikutnya dilaksanakan pada 09 November 2025, diikuti oleh 24 peserta, dengan fokus pada praktik Basic Performance. Peserta dibawa ke area praktik untuk mengaplikasikan konsep yang sudah dipelajari, dilatih melakukan koreksi teknik dasar seperti posisi duduk yang ergonomis, penguasaan lingkar kemudi, kontrol pedal, dan teknik pengereman bertahap. Setiap pengemudi menjalani lintasan close track yang meniru kondisi operasional di lapangan, didampingi instruktur Pro Drive yang memberikan umpan balik langsung (real-time correction).

Sesi praktik defensive driving training bersama Pro Drive Indonesia, dirancang untuk melatih keterampilan pengemudi perusahaan dalam menghadapi risiko di jalan.
Rangkaian pelatihan berlanjut ke Batch 2, yang kembali dilaksanakan dalam dua sesi terpisah untuk menjaga konsistensi standar kompetensi. Sesi Teori (16 November 2025, 30 peserta) dan Sesi Praktik Basic Performance (23 November 2025, 30 peserta) menerapkan struktur pengujian dan kurikulum inti yang sama. Fokus utama pada praktik di Batch 2 adalah penguatan kontrol kendaraan dalam kondisi kritis, seperti obstacle avoidance dan manuver sempit. serta pre trip inspection untuk mengetahui keadaan kendaraan sbeelum menggunakan kendaraan yang akan di kendarai.

Sesi praktik defensive driving training bersama Pro Drive Indonesia, dirancang untuk melatih keterampilan pengemudi perusahaan dalam menghadapi risiko di jalan.
Program ini berhasil memicu wake-up call bagi para pengemudi, yang ditandai dengan peningkatan signifikan skor antara pre-test dan post-test. Lebih dari sekadar angka, perbaikan nyata terlihat pada saat praktik: kebiasaan buruk—seperti posisi tangan yang salah atau pengereman mendadak, berhasil dikoreksi dan digantikan dengan teknik yang lebih aman dan efisien. Koreksi kecil ini adalah fondasi yang vital dalam mengurangi potensi near-miss dan insiden serius.
Penguatan keterampilan defensive driving berdampak langsung pada operasional harian JNE Surabaya, seperti meningkatkan kesadaran risiko (high awareness), efisiensi biaya bahan bakar, dan pengurangan keausan komponen kendaraan. Peningkatan ini sangat sejalan dengan komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam mendorong program promotif–preventif untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan (Zero Accident). Pro Drive Indonesia memastikan pelatihan ini bukan hanya formalitas, tetapi peningkatan kapasitas yang terukur dan objektif.
Program Defensive Driving Training yang difasilitasi Pro Drive Indonesia ini merupakan investasi strategis dalam Sumber Daya Manusia (SDM) dan aset perusahaan. Dengan standar pelatihan yang terstruktur, standar keselamatan operasional JNE Surabaya kini telah diperkuat secara fundamental. Untuk perusahaan lain yang bergerak di sektor dengan intensitas mobilitas tinggi dan memiliki komitmen serupa dalam mencapai Zero Accident, Pro Drive Indonesia siap menjadi mitra profesional dalam menyusun program yang terukur dan berdampak nyata.


Kegiatan Defensive Driving Training BPJS Ketenagakerjaan berjalan sukses bersama Pro Drive Indonesia, mendukung penguatan budaya K3 perusahaan.


